PG Pradjekan Bondowoso Tutup Giling 2026, Realisasi Tebu Lampaui Target dan Rendemen Capai 8,16 Persen

Foto : Tutup Giling Tebu 2026 PG Pradjekan

BONDOWOSO, MemoNasional.com

Bacaan Lainnya

Pabrik Gula (PG) Pradjekan Bondowoso resmi mengakhiri musim giling tebu 2026 pada Sabtu (31/10/2026). Hingga penutupan giling, PG Pradjekan berhasil menggiling sebanyak 5.287.330 kuintal tebu, melampaui target yang ditetapkan sebesar 5.207.139 kuintal.

Capaian tersebut menunjukkan kinerja positif PG Pradjekan selama musim giling yang berlangsung sejak Mei hingga akhir Oktober 2026. Realisasi penggilingan mencapai sekitar 101,54 persen dari target atau melampaui target sebanyak 80.191 kuintal tebu.

General Manager (GM) PG Pradjekan Bondowoso, R. Chandra Sakti Wijadja, ST, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para petani tebu Bondowoso yang tergabung dalam DPC APTRI Bondowoso atas kepercayaan dan dukungan dengan memasok tebu berkualitas.

Foto : GM PG Pradjekan saat tekan sirene

Menurutnya, dukungan para petani menjadi salah satu faktor penting dalam menghasilkan gula berkualitas. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh karyawan serta para pemangku kepentingan (stakeholder) atas dedikasi, kerja keras, dan kerja sama selama musim giling tahun 2026.

“Terima kasih kepada seluruh petani tebu, karyawan, dan stakeholder yang telah berkontribusi menyukseskan musim giling tahun ini. Berkat kerja sama semua pihak, PG Pradjekan mampu mencapai hasil yang melampaui target,” ungkapnya.

Chandra menambahkan, capaian rendemen tebu tahun ini juga cukup menggembirakan. Rata-rata rendemen mencapai 8,16 persen, lebih tinggi dibandingkan target yang telah ditetapkan. Kondisi tersebut turut memberikan dampak positif terhadap pendapatan para petani tebu.

READ  17 Paket MBG Datang, Murid TK NU 11 Ceria, SPPG Cermee Salurkan Tepat Waktu

Sementara itu, Ketua DPC APTRI Bondowoso, Rolis Wikarsono, SE, MM, mengungkapkan rasa syukur karena seluruh tebu milik petani dapat tergiling hingga tuntas tanpa menyisakan tebu yang belum terolah.

“Berkat kerja sama yang baik dengan manajemen PG Pradjekan, seluruh tebu petani dapat tergiling secara keseluruhan. Tidak ada tebu yang tersisa,” ujarnya.

Rolis juga menyebutkan, kondisi harga gula yang cukup baik serta kelancaran pembayaran DO kepada petani setiap pekan menjadi hal positif yang dirasakan petani selama musim giling 2026.

Ke depan, para petani berharap manajemen PG Pradjekan yang saat ini berjalan baik dapat terus dipertahankan. Dengan demikian, program kemitraan antara pabrik gula dan petani bisa berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani tebu Bondowoso sekaligus menjaga PG Pradjekan tetap produktif dan memperoleh keuntungan.

(sws)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *