Bondowoso, MemoNasional.com
Dukungan terhadap pelaksanaan Prajhegghan Fest 2026 terus mengalir. Salah satunya datang dari Petani Ogal (Teguh) asal Kecamatan Prajekan, yang turut mendukung rangkaian kegiatan festival budaya dan kreativitas masyarakat yang akan digelar pada 25 hingga 31 Oktober 2026.

Prajhegghan Fest 2026 merupakan ide dan gagasan Nak Kanak Prajhegghen yang mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Disparpora, Muspika Prajekan, para kepala desa se-Kecamatan Prajekan, jajaran instansi terkait, serta sejumlah donatur, termasuk Petani Ogal.

Festival tersebut dikemas dengan berbagai kegiatan yang mengangkat seni, budaya, sejarah, kreativitas generasi muda, serta potensi masyarakat Prajekan.
Pembukaan dijadwalkan pada 25 Oktober 2026 malam, yang rencananya dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso bersama jajaran pimpinan lainnya. Acara pembukaan akan dimeriahkan tari daerah, Mamaca/Macapat, musik patrol, Ronjhëngan, apresiasi tokoh kebudayaan lokal, serta pembukaan bazar UMKM.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan lomba fashion tingkat PAUD, TK dan umum, lomba tari tingkat SD, SMP dan SMA, serta lomba bonsai.
Selain itu, masyarakat juga akan disuguhi ketoprak sejarah Kiai Mas Atmari, lomba bercerita bahasa Madura tingkat SD dan SMP se-Karesidenan Besuki, kesenian karawitan oleh Esprasa SMPN 1 Prajekan, serta penampilan koloni tongkat Pramuka SMAN 1 Prajekan.
Pada hari berikutnya, kegiatan diisi cek kesehatan, penampilan kesenian dan potensi dari masing-masing desa. Rangkaian festival juga dilanjutkan dengan ziarah ke Kiai Mas Atmari yang dikemas dengan arak-arakan ancak.
Prajhegghen Fest 2026 akan ditutup pada 31 Oktober 2026 melalui kegiatan sholawat dan pengajian akbar yang, insyaallah, menghadirkan KH Al Ma’i Sufyan dan Habib Alwi Al Maghrobi.
“Kami mendukung penuh Prajhegghan Fest 2026. Kegiatan ini bukan hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi wadah untuk mengenalkan dan melestarikan seni, budaya serta potensi yang ada di Kecamatan Prajekan. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Petani Ogal (Teguh).
Festival ini diharapkan menjadi ruang bersama untuk memperkenalkan kekayaan budaya untuk Indonesia, sejarah dan potensi masyarakat Prajekan sekaligus memperkuat kebersamaan warga, pungkas Petani Ogal.
Penulis : Suwaris
Sumber : Liputan





